THM
#44
Entah mereka yang menolak memahami
atau segala sesuatu memang menolak untuk dipahami
Entah mereka yang buta
atau segala sesuatu memang selalu bersembunyi
Entah mereka yang tuli
atau segala sesuatu memang selamanya sunyi
Entah mereka yang mengada-ada
atau setiap yang ada adalah sejatinya tiada
Entah mereka yang mereka-reka
atau setiap sesuatu selalu berpura-pura
Mereka yang miskin melampaui batas definisi di segala dimensi
Merugi saat terpuruk apalagi beruntung
Entah sebuah kepatuhan mutlak yang bodoh
atau kemalasan akut yang membunuh
Terkutuk tanpa perlu dikutuk
Merugilah mereka sang manusia
Yang mati adalah kselematan baginya
—-
as featured on this.
#43
Keselamatan musuhmu adalah keselamatan bagimu.
Celakanya musuhmu akan lebih celaka dirimu.
Perdamaian adalah kebahagaiaan semu yang memandulkan.
Namun peperangan adalah hal yang terlalu memabukkan.
Menjadi yang terlarut dalam pertentangan atas kebajikan-kebajikannya sendiri adalah yang memegang busurnya erat-erat dan melesatkan anak panahnya sekencang-kencangnya dan dengan akurat membidik dirinya sendiri.
Menjadi sedemikian obsesif hingga tak lagi peduli pada kebajikan lain selain mereka yang ada pada dirinya
Menjadi diam dalam perangnya sendiri
Menang dalam keheningan
Lalu berdamai dengan dirinya
Yang dengan kebajikannya mentertawakan
Mereka yang beradu mulut
Dalam perdamaian yang dibuat-buat
—-
as featured on this.
#42
Tuhan adalah Tuhan.
Yang bukan Ia, Engkau, Kami, dan Mereka.
Yang bukan siapa, apa, dimana, bagaimana, kata atau tanda tanya.
Yang tidak dituhankan dan menuhankan.
Terbebas, tak terjamah, dari apapun yang terjauh yang bisa dicapai manusia dengan cara apapun.
Namun terdekat, terikat, lebih dekat dari manusia dengan keutuhan dirinya sendiri.
Namun bukan satu, bukan pula dua, tiga, empat, dan seterusnya.
Juga bukan tak terhingga, bukan pula tiada, tanpa syarat.
Dan bukan sesuatu, sebuah, atau seorang.
Tuhan adalah Tuhan, tanpa pura-pura, tanpa umpama.
Walau mereka yang bergantung pada definisi,
terjebak dalam kemanusiannya,
hilang dan lenyap dalam belantara,
habis dilahap dirinya sendiri,
Tuhan adalah Tuhan.
—-
as featured on this.
#41

Aku harap dingin tak salah paham saat ia kubiarkan merasuki tubuhku. Aku hanya ingin mendengar kisahnya yang bersembunyi di dalam malam atau di balik hujan. Aku ingin tahu apa yang ia bisikkan pada bulan. Aku ingn tahu apakah ia juga menggenang bersama hujan. Atau ia memang lebih suka menjadi embun? Bersemayam di balik daun-daun. Aku ingin ia mengajariku agar hangat tak hanya senyap bersama perapian. Aku hanya butuh cukup dingin untuk menjadi alasan. Untuk waktu mendekapku, mengobati sendi-sendiku yang ngilu, yang semakin merana karena rindu.

#40

Kamu adalah predator waktu. Hadir dengan anomali. Mengurai kusut. Menyusut. Berakselerasi diantara detak-detak. Mempercepat siklus. Membuat rindu menjadi tidak masuk akal.

Mohon Maaf Lahir dan Batin

image

image

Aku adalah orang yang sering songong, sotoy, yang diam-diam suka mengumpat hal-hal buruk tentang kamu, kamu, dan kamu di dalam hati. Aku adalah orang yang sering berdosa karena kurang rajin menjaga komunikasi dan silaturahmi. Aku adalah orang yang menyebalkan karena sering tiba-tiba melankolis di saat pria-pria lain tidak. Aku adalah yang sering egois. Aku sering merepotkan kamu. Aku sering menyinggung kamu. Aku sering salah bersikap, kadang sengaja, kadang tidak juga. Aku adalah yang berdosa pada kamu, kamu, dan kamu.

Kalau tidak terlalu banyak, aku ingin merepotkan lagi kali ini, kalau boleh. Tolong maafkan aku ya. Atas kesalahan-kesalahan baik yang aku ingat dan aku sebutkan diatas, juga yang tidak. Minal Aidin Wal Faizin. Mohon maaf lahir batin.

Aku doakan kamu. Iya, kamu. Semoga semua amalnya diterima dan menjadi berkah dalam kehidupan sekarang dan nanti, baik bagi diri sendiri juga bagi orang-orang di dekat kamu. Juga semoga kamu senantiasa didekatkan dengan hal-hal yang dicintai Tuhan dan diajuhkan dari appaun yang dibenci oleh-Nya.

Terima kasih atas tiap waktu yang telah kamu habiskan bersamaku.

#39

Sebisa mungkin ingin kutangkap gelap

Bayang-bayang yang membentuk cahaya

Ingin kubuat ia bosan meratap

Hal-hal yang terpenjara tanda tanya

#38

Akhirnya dalam petak itu pula aku bersandiwara

Biar deru besi beradu dalam tingkahnya

Kutahu peluk tak akan mengisi kantukmu lagi

Namun kau masih terlalu dini untuk hari

Lelaplah untuk sementara

Lelaplah dalam doa

Sebelum nanti kau beranjak berdosa

#37

Titik cahaya kecil jatuh di pelupuk mata

Memenuhi horizon menghilang di titik buta

Aku takut ada yang tak bertaut

Yang tersembunyi dalam kabut

Siluet-siluet yang berpapasan saat berlari

Saat ia mundur menuju pagi

Memeluk kantuk yang telah lelah bersarang

Melahirkan ruang-ruang bagi malam yang panjang

… a female energy in my life. It’s a good energy. When things go wrong, another man can tell you that everything is going to be okay. But not like a woman can
I read it somewhere, and i nodded.
Time Flies

image

image

Time Flies. Yes, it does.

It has been about 6 months since the first time i taught myself to play music with my dearest guitar, Monika. As the time flies, night after night, day by day, by each little steps i spent to fulfill my vigorous curiosity. I inevitably crafted my music skill, along with my writing skill, to produce, certain number of original songs. From a simple yet embarrassing one, to the one that i can’t believe i can made it, and ones that resided between those two kinds.

Even though I feel pleased to went through that certain process. Yet, i feel it’s kinda a shameful experience to share those songs to people. I honestly think that my songs are never good enough. I think them as a half-cooked poor-seasoned food, edible, but kinda lack of something, too much something.

Then here is when quotes from Ralph Waldo Emerson and Henri Matisse came to help. The cumulative understanding on both “every artist was first an amateur” and “creativity takes courage” encouraged me to write this post and share my works. A playlist of my original songs uploaded on soundcloud. I’m not really sure what exactly is my expectation on doing this. I guess i just want to share it, and that is it.

So, yes, time flies. And here what it did to me.

I genuinely wish you could enjoy them as i unconsciously do.

A Trip to Nusa Tenggara

000040

000024

Get away. Sail. Explore. Laugh. Adventure. Whatever the verb. It is a holiday, anyway. Spent about 5 days sailed through Nusa Tenggara, explored islands between Lombok and Labuan Bajo. Trekked around both up and downhill. Duck dived. Tanned. Star gazed. Swung. Jumped. Sang songs. Literally tried to did things to experience the trip to the outmost. This was a trip of the year for me. Komodos, milky way, eruption, volcanic ashes, tea cups, a captain, a writer, unlocked achievements, precious smiles, well, basically all the things that i found hard to be remembered exactly how it was, come together as not more than a beautiful memories. Worth every dimes, every times.

Read More

image

image

image

image

Well, hello.

Been a while since the last time i post something here. Especially, photos. It’s not like i’m bored whatsoever. It just. I’ve been crafting my writing and music skills, too much.

Since it some kind of comeback, i’ll start with something really really really special. Yes, as you saw above, it’s a wedding of a friend. A special one. But maybe not what you define as special.

It was sorta magical how i and she met and progressed. The oddity of two people with the same sparks in their eyes came under one table and met many other folks with same passion then buzzing through things, is just, mesmerizing. I thank God for letting me met her in that certain way.

Sarrah, i may not knowing her for a necessary long time to be called best friend properly like her college friends which i honestly thought they are. But i cant help to not being so emotional. I cant exactly describe how it is, but, in short, i wish she knows how happy i am for her. And her husband, of course. I’m happy for both of you. I wish you have a great life ahead.

Congratulations.

That is it. I have no other words to say.

#36

Tidak perlu keras-keras. Pekikmu hanya sengau buatku. Tidak perlu lekas-lekas. Tunggu saja maut merampok nyawaku.

#35

Apakah yang menghidupi api saat dini hari? Menyala melawan dingin dengan hanya berselimut udara. Kalau aku pasti sudah mati daritadi.

1 of 31 next